Takdir

سوابق الهمم لا تخرق أسوار الأقدار

“Betapapun kuat keinginan, betapapun keras upaya, tak akan mampu menembus tembok takdir.” [Imam Ibnu Atha’illah]

Waktu dan Suratan Takdir

Di bagian akhir film Looper, Joe tua (Bruce Willis) yang berasal dari masa depan sebenarnya hampir berhasil membunuh Cid, bocah kecil masa kini yang kelak di masa depan akan menjadi seorang pembunuh terkenal dengan sebutan Rainmaker. Continue reading “Takdir”

Mengandalkan Kebaikan, Mengabaikan Tuhan

 من علامة الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

“Salah satu tanda seseorang mengandalkan amal kebaikannya adalah berkurangnya pengharapan (kepada Tuhan) saat terwujud kesalahan (pada dirinya).” (Imam Ibnu Atha’illah)

 ***

Tuhan dilupakan pada saat orang sibuk bekerja atau saat kondisi mujur dan bahagia, tetapi diingat dengan penuh pengharapan pada saat dilanda duka nestapa adalah hal yang lumrah selumrah-lumrahnya. Ada sebuah anekdot tentang golongan yang layak masuk surga paling awal. Ternyata yang layak masuk surga lebih awal bukanlah ustadz, tetapi supir bus yang ugal-ugalan. Dibanding ustadz, supir bus ugal-ugalan ternyata lebih bisa membuat para penumpangnya takut setengah mati lalu merasa sangat butuh Tuhan. Continue reading “Mengandalkan Kebaikan, Mengabaikan Tuhan”

Hikam (Sebuah Pengantar)

Dua puluh tahunan yang lalu, Ahad adalah saat Al-Hikam bagi kami. Selepas Subuh, paman memboncengkan saya di atas sepeda anginnya. Kami meluncur menuju masjid pesantren. Di sana para santri sudah siap menunggu paman membaca dan mengulas mutiara-mutiara hikmah Imam Ibnu Atha’illah As-Sakandari (w. 709 H), seorang mursyid Tarekat Syadziliyyah. Saya termasuk santri yang kurang ajar: tidak perlu menunggu, malah diboncengkan. Kitab ajar yang dijadikan acuan dan diberi catatan oleh para santri adalah Syarh Al-Hikam karya Imam Asy-Syarqawi (w. 1227 H), dengan sesekali mengutip juga syarh Al-Hikam yang lebih panjang karya Imam Ibnu ‘Abbad Ar-Rundi (w. 792 H). Continue reading “Hikam (Sebuah Pengantar)”