Kentut

Kentut, begitulah angin yang keluar dari sela-sela pantat ini lazim disebut. Oleh banyak orang ia dianggap menjijikkan. Ia bisa tidak berbau, sekaligus bisa berbau sangat busuk, tergantung dari situasi dan kondisi perut. Tapi yang jelas belum pernah terdengar ada kentut yang berbau harum. Meski dianggap menjijikkan, ia adalah kewajiban-kodrati setiap manusia, tanpa pandang bulu yang mana pun. Meski tidak diberitakan dalam acara-acara infotaintment dan gosip di tipi-tipi dan tidak pernah dimunculkan di media-media (a)sosial, para selebritis yang cantik-cantik dan tampan-tampan itu pasti pernah kentut juga. Dan gara-gara nggak bisa kentut, tetangga saya di kampung menjual sawahnya untuk berobat. Jadi di samping kewajiban-kodrati, kentut juga merupakan kebutuhan asasi.
Continue reading “Kentut”

Advertisements