Arjuna

Pagi itu Arjuna termenung sendiri di atas ranjangnya. Di balik perban putih, tersembunyi wajahnya yang memancarkan duka demi duka. Rumah sakit mewah dengan segala fasilitas yang memanjakannya tak mampu sedikit pun membuatnya bahagia. Suster-suster dianggapnya terlalu cerewet; mereka sering berlama-lama waktu menyuntik, ia curiga bahwa itu semua mereka lakukan untuk melihat sisa-sisa keseksian yang masih terlihat di bokongnya. Dokter yang merawatnya dianggap tak berperasaan, terlalu dingin, dan memperlakukannya sebagaimana seorang montir memperbaiki mesin. AC rumah sakit  sering membuatnya menggigil kedinginan, tapi begitu dimatikan, ia merasa kegerahan. Pendeknya, semua serba tak mengenakkan baginya. Continue reading “Arjuna”

Sekedap

Beberapa tahun lalu, ngeblog pernah menjadi sebuah gaya hidup. Tidak punya blog kesannya katrok bin goblog. Saya sendiri pernah aktif menulis di sebuah blog komunitas, tetapi belum pernah bikin blog sendiri. Nah, setelah bikin blog kurang begitu usum (musim) lagi, dan orang lebih suka nyetatus di facebook, cuit-cuit di twitter, atau narsis di instagram, lahirlah blog ini.

Hal-hal mengenai perbaikan tampilan dan penambahan konten, akan dilakukan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-sesingkatnya, tetapi  tetap sekober-kobernya. Jadi, sekedap nggih.

post