Mantenan 4.0

Paimah dan Paiman terlihat sumringah. Duduk di pelaminan yang megah nan indah, senyum mereka terus mengembang tak kunjung lelah. Di samping kanan-kiri mereka, orangtua-orangtua yang berwajah ramah. Begitu ada yang mengucapkan selamat, mereka segera sigap berdiri, tersenyum, lalu membalas: terima kasih, terima kasih. Continue reading “Mantenan 4.0”

Advertisements

Makan Dulu atau Salat Dulu?

Gambar: http://www.dailymoslem.com

Pernahkah Anda dihadapkan pada pilihan mendahulukan makan atau mendahulukan salat? Bagi orang kantoran, pilihan ini biasanya muncul saat istirahat siang: waktunya makan, waktunya salat zuhur juga. Pilihan tersebut memang terkadang terasa dilematis. Mendahulukan makan berarti menomorduakan salat. Makan adalah perbuatan duniawi, profan, sementara salat adalah ibadah ukhrawi, perintah Allah. Masak perintah Allah harus ditundukkan oleh kebutuhan duniawi? Tetapi kalau pilihannya salat dulu, pikiran bisa melayang ke makanan mulai dari saat takbiratul ihram sampai salam. Continue reading “Makan Dulu atau Salat Dulu?”

Bahasa dan Keadilan dan Kecerdasan Pikiran

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”, demikian kurang lebih pesan yang ditujukan kepada Minke, tokoh utama dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Berangkat dari pesan yang amat berat untuk dilaksanakan ini, mari menelanjangi bahasa yang biasa kita pakai. Apakah bahasa tersebut, kata-kata yang acap kita gunakan, sudah cukup membuat pikiran kita lumayan adil? Sebab bahasa tidak hanya menjadi alat untuk menyatakan isi pikiran, tetapi ia juga turut membentuk pikiran itu sendiri. Continue reading “Bahasa dan Keadilan dan Kecerdasan Pikiran”

Kentut

Kentut, begitulah angin yang keluar dari sela-sela pantat ini lazim disebut. Oleh banyak orang ia dianggap menjijikkan. Ia bisa tidak berbau, sekaligus bisa berbau sangat busuk, tergantung dari situasi dan kondisi perut. Tapi yang jelas belum pernah terdengar ada kentut yang berbau harum. Meski dianggap menjijikkan, ia adalah kewajiban-kodrati setiap manusia, tanpa pandang bulu yang mana pun. Meski tidak diberitakan dalam acara-acara infotaintment dan gosip di tipi-tipi dan tidak pernah dimunculkan di media-media (a)sosial, para selebritis yang cantik-cantik dan tampan-tampan itu pasti pernah kentut juga. Dan gara-gara nggak bisa kentut, tetangga saya di kampung menjual sawahnya untuk berobat. Jadi di samping kewajiban-kodrati, kentut juga merupakan kebutuhan asasi.
Continue reading “Kentut”

Takdir

سوابق الهمم لا تخرق أسوار الأقدار

“Betapapun kuat keinginan, betapapun keras upaya, tak akan mampu menembus tembok takdir.” [Imam Ibnu Atha’illah]

Waktu dan Suratan Takdir

Di bagian akhir film Looper, Joe tua (Bruce Willis) yang berasal dari masa depan sebenarnya hampir berhasil membunuh Cid, bocah kecil masa kini yang kelak di masa depan akan menjadi seorang pembunuh terkenal dengan sebutan Rainmaker. Continue reading “Takdir”

Tajrid

ارادتك التجريد مع اقامة الله اياك في الأسباب من الشهوة الخفيّة. وارادتك الأسباب مع اقامة الله اياك في التجريد انحطاط عن الهمّة العليّة

“Kehendakmu untuk tajrid (mengisolir diri, tidak melakukan usaha), sementara Tuhan menempatkanmu pada maqam seorang yang harus berusaha, itu adalah sebentuk syahwat atau kesenangan nafsu yang tersembunyi. Sebaliknya, kehendakmu untuk ikut-ikutan berusaha, padahal Tuhan memberimu maqam sebagai orang yang seharusnya tajrid, itu adalah sebentuk kemerosotan kelas.” (Imam Ibnu Atha’illah) [1] Continue reading “Tajrid”