Takdir

سوابق الهمم لا تخرق أسوار الأقدار

“Betapapun kuat keinginan, betapapun keras upaya, tak akan mampu menembus tembok takdir.” [Imam Ibnu Atha’illah]

Waktu dan Suratan Takdir

Di bagian akhir film Looper, Joe tua (Bruce Willis) yang berasal dari masa depan sebenarnya hampir berhasil membunuh Cid, bocah kecil masa kini yang kelak di masa depan akan menjadi seorang pembunuh terkenal dengan sebutan Rainmaker. Continue reading “Takdir”

Tajrid

ارادتك التجريد مع اقامة الله اياك في الأسباب من الشهوة الخفيّة. وارادتك الأسباب مع اقامة الله اياك في التجريد انحطاط عن الهمّة العليّة

“Kehendakmu untuk tajrid (mengisolir diri, tidak melakukan usaha), sementara Tuhan menempatkanmu pada maqam seorang yang harus berusaha, itu adalah sebentuk syahwat atau kesenangan nafsu yang tersembunyi. Sebaliknya, kehendakmu untuk ikut-ikutan berusaha, padahal Tuhan memberimu maqam sebagai orang yang seharusnya tajrid, itu adalah sebentuk kemerosotan kelas.” (Imam Ibnu Atha’illah) [1] Continue reading “Tajrid”

Mengandalkan Kebaikan, Mengabaikan Tuhan

 من علامة الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

“Salah satu tanda seseorang mengandalkan amal kebaikannya adalah berkurangnya pengharapan (kepada Tuhan) saat terwujud kesalahan (pada dirinya).” (Imam Ibnu Atha’illah)

 ***

Tuhan dilupakan pada saat orang sibuk bekerja atau saat kondisi mujur dan bahagia, tetapi diingat dengan penuh pengharapan pada saat dilanda duka nestapa adalah hal yang lumrah selumrah-lumrahnya. Ada sebuah anekdot tentang golongan yang layak masuk surga paling awal. Ternyata yang layak masuk surga lebih awal bukanlah ustadz, tetapi supir bus yang ugal-ugalan. Dibanding ustadz, supir bus ugal-ugalan ternyata lebih bisa membuat para penumpangnya takut setengah mati lalu merasa sangat butuh Tuhan. Continue reading “Mengandalkan Kebaikan, Mengabaikan Tuhan”

Hikam (Sebuah Pengantar)

Dua puluh tahunan yang lalu, Ahad adalah saat Al-Hikam bagi kami. Selepas Subuh, paman memboncengkan saya di atas sepeda anginnya. Kami meluncur menuju masjid pesantren. Di sana para santri sudah siap menunggu paman membaca dan mengulas mutiara-mutiara hikmah Imam Ibnu Atha’illah As-Sakandari (w. 709 H), seorang mursyid Tarekat Syadziliyyah. Saya termasuk santri yang kurang ajar: tidak perlu menunggu, malah diboncengkan. Kitab ajar yang dijadikan acuan dan diberi catatan oleh para santri adalah Syarh Al-Hikam karya Imam Asy-Syarqawi (w. 1227 H), dengan sesekali mengutip juga syarh Al-Hikam yang lebih panjang karya Imam Ibnu ‘Abbad Ar-Rundi (w. 792 H). Continue reading “Hikam (Sebuah Pengantar)”

NKRI Harga Mati. Agama Harga Nego?

Akhir-akhir ini NU begitu getol kembali berteriak NKRI harga mati. Ketika yang lain sibuk mengkampanyekan kebebasan harga mati, pluralisme harga mati, Hak Asasi Manusia (HAM) harga mati, antikorupsi harga mati, keadilan sosial harga mati, syariat harga mati, atau khilafah harga mati, NU begitu keras kepala dan kampungan dengan teriakan usang, itu-itu saja, sejak jaman empat lima: NKRI harga mati. Tidak hanya di media massa dan media sosial, NKRI harga mati juga diterakkan di pengajian-pengajian di desa-desa, oleh kyai dan santri kampung, juga oleh ibu-ibu muslimat dan fatayat sambil menyusui bayi. Continue reading “NKRI Harga Mati. Agama Harga Nego?”

Manusia Indonesia dalam Pepaya California dan Sebagainya

Mochtar Lubis dalam buku Manusia Indonesia pernah menyematkan banyak penilaian negatif terhadap karakter manusia Indonesia: feodal, munafik, malas, penggerutu, peniru, boros, pendengki, dan seterusnya. Mungkin maksudnya adalah semacam otokritik. Tetapi saya akan menilai salah satu karakter manusia Indonesia dengan penuh puja. Continue reading “Manusia Indonesia dalam Pepaya California dan Sebagainya”

Lelaki Malang

Jasad lelaki itu tergeletak begitu saja sejak kematiannya, dua hari sebelumnya. Kerabatnya tak ada yang berani mengubur. Ketika beberapa orang hendak menyalati, sontak sekelompok orang yang lain melarang. Jasadnya tidak boleh disalati, pun tak boleh dimakamkan di pekuburan kaum muslimin. Ketika pihak keluarga berusaha membawa jasad itu ke pemakaman muslimin, orang-orang di sepanjang jalan melempari mereka dengan batu. Tidak hanya itu, akses menuju pemakaman diblokade. Continue reading “Lelaki Malang”