Ihsan

Untuk anak laki-laki, dua ekor kambing. Untuk anak perempuan, cukup seekor kambing saja. Begitulah akikah yang dianjurkan ketika anak manusia lahir.

Si Hasan, sebut saja begitu, sangat bersemangat mengkritik anjuran tersebut. Dengan akikah 2 ekor kambing, katanya, anak laki-laki lebih dihargai daripada anak perempuan yang diakikahi hanya dengan seekor kambing. Perlakuan lebih terhadap anak laki-laki ini merupakan cerminan ketidakadilan jender pada budaya Arab jahiliyah yang masih tersisa dalam Islam. Islam sebenarnya hadir untuk mengubah struktur yang tidak adil ini secara gradual namun pasti. Banyak ayat-ayat Quran atau hadits Nabi yang menyuarakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Kita semestinya bergerak ke arah sana, meneruskan proses perubahan yang belum selesai, bukan berhenti dengan menuhankan aturan-aturan. Seperti kata Bung Karno, kita harus ambil apinya, jangan abunya. Continue reading “Ihsan”

Arjuna

Pagi itu Arjuna termenung sendiri di atas ranjangnya. Di balik perban putih, tersembunyi wajahnya yang memancarkan duka demi duka. Rumah sakit mewah dengan segala fasilitas yang memanjakannya tak mampu sedikit pun membuatnya bahagia. Suster-suster dianggapnya terlalu cerewet; mereka sering berlama-lama waktu menyuntik, ia curiga bahwa itu semua mereka lakukan untuk melihat sisa-sisa keseksian yang masih terlihat di bokongnya. Dokter yang merawatnya dianggap tak berperasaan, terlalu dingin, dan memperlakukannya sebagaimana seorang montir memperbaiki mesin. AC rumah sakit  sering membuatnya menggigil kedinginan, tapi begitu dimatikan, ia merasa kegerahan. Pendeknya, semua serba tak mengenakkan baginya. Continue reading “Arjuna”

Sekedap

Beberapa tahun lalu, ngeblog pernah menjadi sebuah gaya hidup. Tidak punya blog kesannya katrok bin goblog. Saya sendiri pernah aktif menulis di sebuah blog komunitas, tetapi belum pernah bikin blog sendiri. Nah, setelah bikin blog kurang begitu usum (musim) lagi, dan orang lebih suka nyetatus di facebook, cuit-cuit di twitter, atau narsis di instagram, lahirlah blog ini.

Hal-hal mengenai perbaikan tampilan dan penambahan konten, akan dilakukan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-sesingkatnya, tetapi  tetap sekober-kobernya. Jadi, sekedap nggih.

post